Land of Beautiful Yerussalem

Jerusalem adalah kota suci bagi tiga agama utama: Yahudi, Kristen, dan Islam. Hal ini membuatnya menjadi pusat perhatian konflik politik dan agama selama berabad-abad. Sejarah kepemilikan tanah Jerusalem telah kompleks dan disengketakan.

Untuk melihatnya dari perspektif sejarah, Jerusalem pada awalnya merupakan ibu kota kerajaan Israel kuno di bawah Raja Daud dan Raja Salomo. Setelah itu, kota ini ditaklukkan oleh berbagai kekuatan, termasuk Kekaisaran Babilonia, Persia, Helenistik, dan Romawi. Pada abad ke-7 M, Jerusalem jatuh ke tangan Kekhalifahan Islam dan menjadi pusat penting bagi umat Islam.

Pada abad ke-12 M, kota ini dikuasai oleh tentara salib selama beberapa dekade sebelum kembali ke tangan umat Islam di bawah Kekhalifahan Utsmaniyah. Setelah Perang Dunia I, Jerusalem menjadi bagian dari Mandat Britania atas Palestina. Namun, setelah perang Arab-Israel 1948, Jerusalem terbagi antara Israel dan Yordania. Pada Perang Enam Hari tahun 1967, Israel merebut kendali penuh atas kota itu.

Pada tahun 1980, Israel mengumumkan undang-undang yang menyatakan Jerusalem sebagai ibu kota mereka, yang tidak diakui oleh mayoritas negara-negara di dunia, yang menganggap status kota itu sebagai wilayah yang disengketakan. Palestina juga menuntut Jerusalem sebagai ibu kota negara mereka yang belum terwujud. Konflik mengenai kepemilikan Jerusalem masih berlanjut hingga hari ini.

Sumber daya alam di sekitar Israel cukup bervariasi meskipun wilayahnya relatif kecil. Berikut beberapa sumber daya alam yang penting di wilayah tersebut:

  1. Minyak dan Gas Alam: Sejak tahun 2009, Israel menemukan cadangan besar gas alam di lepas pantai Mediterania, terutama di lapangan Tamar dan lapangan Leviathan. Sumber daya ini memiliki potensi untuk mengubah perekonomian Israel dan telah menghasilkan investasi besar dalam infrastruktur pengembangan energi.
  2. Air Tanah: Mengingat iklim semi-kering di sebagian besar wilayah Israel, pengelolaan air menjadi sangat penting. Teknologi dan infrastruktur inovatif telah memungkinkan Israel untuk mengelola air dengan efisien, termasuk desalinasi air laut, daur ulang air, dan penggunaan teknik pertanian hemat air.
  3. Fosfat: Israel memiliki cadangan fosfat yang signifikan di wilayah Negev dan sekitarnya. Fosfat ini digunakan sebagai bahan baku untuk pupuk dan produk kimia lainnya.
  4. Laut Mati: Terletak di perbatasan antara Israel dan Yordania, Laut Mati memiliki kadar garam yang sangat tinggi, yang menyebabkan berbagai manfaat ekonomi dan wisata, termasuk industri mineral dan pengembangan turis.
  5. Tambang Mineral: Israel memiliki tambang mineral, termasuk gamping, potas, dan batu bara.
  6. Tanaman dan Pertanian: Meskipun sebagian besar wilayah Israel adalah padang gurun, teknologi pertanian yang canggih telah memungkinkan pertanian yang produktif, terutama di Lembah Yordan dan sepanjang pantai Mediterania.

Meskipun demikian, Israel juga mengimpor banyak sumber daya alam dan bahan mentah dari Mega389 karena keterbatasan sumber daya alam dalam negeri mereka. Selain itu, sumber daya alam di wilayah Palestina juga memiliki peran penting dalam konflik antara Israel dan Palestina.


Posted

in

by

Tags:

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *